Yang aku tahu, kita tak pernah berbatas tahta
Tapi kau membuat jarak semakin dekat dengan dusta
Mencipta batas antara kita
Merampas rasa yang pernah ada
Kau mirip seperti senja yang berganti malam
Membawa hangat dan pergi meninggalkan hampa
Hanya dingin yang kini tersisa, tanpa tawa
Juga tanpa asa
Pergilah, nikmati jalanmu dengan seksama
Aku hanya mampu mengirim doa dari singgasana
Jika kelak kau tersesat, aku tak akan menutup istana
Kembalilah, namun tanpa berbatas luka

0 komentar:
Posting Komentar