Di tengah riuh kerumunan orang yang tak aku kenal, aku melihatmu
Aku melihatmu, memperhatikanmu dalam diam
Tak berkata, tak bersuara
Bahkan aku tak mengenalmu, tahu namamu pun tidak
Kemudian kau berlalu begitu saja
Bahkan tak sedikitpun kau menyadari, bahwa aku sedang menatapmu
Aku tak punya kuasa atas dirimu yang tak pernah aku kenal
Tapi rasanya aku tak ingin hanya berhenti sampai menatapmu saja
Entah mengapa, rasanya seperti aku pernah merindu dirimu
Kuberanikan diri untuk berada di dekatmu, meskipun hanya sekedar berdiri di sisimu
Meskipun lagi-lagi kau tidak menyadarinya
Tak apalah, aku hanya ingin meredakan penasaranku terhadapmu
Rasanya seperti aku pernah mengenalmu
Sayangnya aku tak ingat itu kapan, mungkin sebelum kita dilahirkan ke dunia
Takdir terlalu sayang kepadaku, aku diberikan kesempatan lagi untuk berjumpa denganmu
Menikmati sosok dirimu dari jauh hanya melalui ketajaman mataku mencarimu
Aku meminta pada Tuhan, agar aku dan dirimu tak hanya bertemu sampai malam ini saja
Aku ingin menikmati malam-malam lainnya denganmu, di kota kecil ini
Kemudian Tuhan mengabulkan inginku melalui takdirnya
Sedekat ini kita berada kini
Berbicara dan menikmati kesan malam yang terlalu menusuk jiwa
Berbagi ilmu kehidupan yang tak pernah aku dapatkan disekolah manapun
Mencoba berbagi asa dan berusaha saling menyelami kehidupan yang fana
Kemudian hening jika kata sudah tak mampu lagi terucap
Sedikitnya kau pernah berusaha membuatku membangunkan diriku sendiri
Jika aku tak cukup peka atas orang-orang yang menyayangiku
Jika aku tak cukup peka atas orang-orang yang terus-menerus mendoakanku
Jika aku tak cukup peka pada mereka yang diam-diam menaruh harapan besar padaku
Sementara aku terlalu sibuk pada diriku sendiri
Sementara aku terlalu sibuk pada dia yang aku kira berharga
Mungkin aku tak pernah menyadari bahwa kau sedang berusaha menyelamatkanku
Dari kelam kehidupan yang selama ini tak memberiku kesempatan untuk berlalu
Aku pikir aku sudah menyempurnakan kata “tangguh”
Tapi tidak, ketika kau memutuskan untuk pergi jauh dariku
Membiarkanku melangkah sendiri, dengan sedikit bekal yang diam-diam ku simpan darimu
Kini kau mengujiku kembali, dengan kepergianmu yang begitu saja
Yang tak sempat aku ucapkan padamu,
Terima kasih, pernah mengisi sebagian diriku yang hilang

0 komentar:
Posting Komentar